|
Sisters 'make people happy' http://news.bbc.co.uk/2/hi/7977454.stm Sisters spread happiness while brothers breed distress, experts believe. Researchers quizzed 571 people aged 17 to 25 about their lives and found those who grew up with sisters were more likely to be happy and balanced. The University of Ulster said having daughters made a family more open and willing to discuss feelings. They said the influence of girls was particularly important after distressing family events such as marital break-ups. The findings are due to be presented at the British Psychological Society in Brighton on Thursday. During the study, participants filled in psychological questionnaires which researchers used to assess a range of issues, including whether they had a positive outlook and any mental health problems. Lead researcher Professor Tony Cassidy said: "Sisters appear to encourage more open communication and cohesion in families. "However, brothers seemed to have the alternative effect. "Emotional expression is fundamental to good psychological health and having sisters promotes this in families." He said many of the participants had been brought up in families where parents had split and the impact of sisters was even more marked in these circumstances. "I think these findings could be used by people offering support to families and children during distressing times. "We may have to think carefully about the way we deal with families with lots of boys." Geri Burnikell, co-ordinator of the charity Support Line, which offers counselling to young people and families, said: "This is very interesting and certainly chimes with our experiences. "Boys tend to internalise problems and in families where there are lots of sons, I can see that can cause problems. "I think the most important thing in these circumstances is to give people someone independent to talk to outside the immediate family unit."
Diterjemahkan dengan software penerjemah Indonesia-Inggris & Inggris-Indonesia ReksoTranslator Release 4.2c Para saudari 'membuat orang-orang berbahagia' http://news.bbc.co.uk/2/hi/7977454.stm
Para saudari menebar kebahagiaan selagi keturunan saudara laki-laki menyusahkan, ahli-ahli percaya.
Para peneliti 571 orang yang quizzed 17 yang tua sampai 25 sekitar kehidupan mereka dan menemukan mereka yang tumbuh dewasa bersama para saudari lebih mungkin berbahagia dan diseimbangkan.
Universitas Ulster berkata setelah para putri membuat suatu keluarga lebih membuka dan sukarela untuk mendiskusikan perasaan.
Mereka berkata pengaruh para gadis sungguh penting setelah menyusahkan kejadian keluarga seperti perkawinan retakan naik.
Penemuan itu dimaksudkan untuk diperkenalkan pada Masyarakat Yang Orang-Orang Inggris Psikologis di Brighton pada Kamis.
Selama studi, para peserta mengisi daftar pertanyaan; daftar tilik psikologis para peneliti yang mana terbiasa menilai bidang isu-isu, termasuk apakah mereka mempunyai suatu pandangan yang positif dan manapun permasalahan kesehatan jiwa.
Memimpin peneliti Professor Tony Cassidy dikatakan: "Para saudari kelihatan untuk mendorong lebih membuka komunikasi dan kohesi di dalam keluarga-keluarga.
"Bagaimanapun, saudara laki-laki nampak untuk mempunyai efek alternatif.
"Ungkapan emosional adalah asas kepada kesehatan psikologis baik dan mempunyai para saudari mempromosikan ini di dalam keluarga-keluarga."
Ia berkata banyak dari itu peserta telah diangkat masuk keluarga-keluarga di mana para orangtua telah merobek dan dampak dari para saudari bahkan lebih ditandai di dalam keadaan ini.
"Aku berpikir penemuan ini bisa digunakan oleh penawaran orang-orang mendukung kepada keluarga-keluarga dan anak-anak selama menyusahkan waktu.
"Kita mungkin harus berpikir secara hati-hati tentang jalan yang kita berhubungan dengan keluarga-keluarga dengan banyak anak-anak lelaki."
Geri Burnikell, koordinator dari Garis dukung derma, konseling penawaran-penawaran yang mana kepada orang-orang dan keluarga-keluarga muda, berkata: "Ini sangat menarik dan pastinya membunyikan dengan pengalaman-pengalaman kita(kami.
"Anak-anak lelaki cenderung kepada internalise permasalahan dan di dalam keluarga-keluarga di mana ada banyak para putra, aku dapat lihat yang dapat menyebabkan permasalahan.
"Aku berpikir hal paling penting di dalam keadaan ini adalah untuk memberikan seseorang orang-orang yang mandiri untuk berbicara dengan di luar unit keluarga dekat itu."
|